awal pagi
pesan di penyeranta
mengingatkanku pada permainan yang
telah usai.
ใ
คใ
คใ
คใ
คใ
คใ
ค
“sekarang giliranmu.”
ใ
คใ
คใ
คใ
คใ
คใ
ค
rupanya tanpa ku tahu,
tangan takdir telah
melemparkan dadu.
kau pun jauh melesat
meniti tangga,
meninggalkan ku yang masih tertatih
: tak beranjak
ใ
คใ
คใ
คใ
คใ
คใ
ค
di petak satu-dua.
(2018)









