di matamu, akulah padang gersang.
tumbuh hanya rerumput semak
dan ilalang,
diselingi kerikil menghampar.
namun, tak usah kau gusar
hatiku sangat lapang. luas
hingga kau bisa singgah,
berlari-lari, bermain hingga puas.
dan kala petang menjelang,
ku relakan kau pulang;
kembali ke taman,
dimana cintamu bersemi,
tumbuh bermekaran.
(2018)

Leave a Reply