(1)
musim berganti,
arah angin berubah.
lalu tubuhmu tetiba jadi pelabuhan
tempat kepalan terkasihmu singgah.
bilur dan biru
melempar sauh di wajahmu.
pupur dan gincu
menutup dermaga menuju tanya.
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
(2)
lalu dalam dadamu,
badai mengamuk sepanjang pesisir.
deretan mimpi yang kau tambat
pun perlahan karam.
sementara di pinggir tubir,
selingkar logam jadi menara suar
menuntun hatimu
yang tengah jadi nelayan,
menjala asa
yang makin tak bersisa.
(2018)

Leave a Reply