HIPOTERMIA

gelas itu tak pernah menyangka,
bahwa tangan takdir yang dingin itu
meletakkan ia tepat di seberang mejamu.

udara mulai beku, gelas itu gemetar
menahan gigil dan embun yang menitik
di wajahnya yang kaca,

saat menyaksikan kepul hangat meruap
: dari tangan yang kau genggam itu.


(2026)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!