(1)
di depan penghulu,
lelaki itu tak henti mencuri pandang
pada selengkung rembulan
yang rekah di wajahmu.
(2)
digamit eratnya tangan di hadapan
seraya berucap penuh keyakinan,
“kuterima nikahnya, cantik binti jelita
dengan mas kawin seperangkat alat shalat,
emas lima gram, dan
semesta beserta seisinya.”
(3)
lalu seketika ruang
jadi tempat peluncuran doa-doa,
menyeruak beterbangan
: menuju angkasa.
(4)
sementara di depan penghulu,
sekecup hangat
pun mendarat
tepat di keningmu.
: yang lantas sirna,
seperti biasa.
(2026)

Leave a Reply