KAMAR 402

(1)
di depan penghulu,
lelaki itu tak henti mencuri pandang
pada selengkung rembulan
yang rekah di wajahmu.

​(2)
digamit eratnya tangan di hadapan
seraya berucap penuh keyakinan,
“kuterima nikahnya, cantik binti jelita
dengan mas kawin seperangkat alat shalat,
emas lima gram, dan
semesta beserta seisinya.”

​(3)
lalu seketika ruang
jadi tempat peluncuran doa-doa,
menyeruak beterbangan
: menuju angkasa.

​(4)
sementara di depan penghulu,
sekecup hangat
pun mendarat
tepat di keningmu.

: yang lantas sirna,
seperti biasa.




(2026)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!