MENJELANG JAM TUTUP DI SEBUAH KAFE

(1)
di secangkir kopimu yang kian gigil,
kepulan uap itu tak ingin beranjak
dari meja paling sudut
: tempatmu menunggu seseorang,
di malam yang makin larut.

(2)
kepulan uap itu, dalam benaknya,
ingin selamanya kau amati.
lalu kalian bercengkrama berdua,
lantas menikah, dan
punya uap-uap kecil yang lucu.

(3)
ia tahu,
bahwa semua harus tiba
pada sebuah keniscayaan.


maka sebelum mengembun,
setidaknya ia ingin mengecup
sebekas merah di bibir

cangkir kopimu yang kian gigil itu.

(2026)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!