PERCAKAPAN DALAM KEPALA SEORANG PENYAIR

(+) Jangan memberitahukan rahasiamu kepada angin, sebab jika kau melakukannya maka jangan salahkan bila ia menceritakan rahasiamu kepada pohon-pohon. Simpanlah semua rahasia dalam relung erat-erat dan jangan biarkan mereka sampai di ujung lidahmu. Berhati-hatilah karena dinding-dinding memiliki telinga!

(-) Tapi aku tak bisa. Kalbuku tak cukup lapang untuk menyimpan mereka semua terlalu lama. Di sana, rahasia memang tak terjamah. Tapi mereka semakin lama semakin banyak, berjejal dan berdesak menuju tepi relung. Berusaha mendobrak bilik ruang setiap waktu. Dan aku yakin suatu saat penjara rahasia akan runtuh layaknya dam yang jebol karena tak kuasa menahan limpahan air bah yang dahsyat.

(+) Lantas bagaimana?

(-) Akan aku keluarkan mereka satu per satu. Ku serahkan dan ku titipkan rahasia pada ujung pena. Kemudian pena akan menyembunyikan rahasia di balik rangkaian kata-kata rancu yang tak bisa dimengerti khalayak. Tak usah khawatir, jiwa. Mereka sebenarnya tak pernah bebas. Sebab pada hakikatnya mereka hanya berpindah tempat, ke perangkap labirin kata, yang hanya diriku saja yang memiliki kuncinya.

ใ…คใ…ค
(2015)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!