MATA LANGIT

(1)

Hari itu awan-awan murung.
Dan seorang anak kecil bertanya,
“Mengapa langit menangis?
Dimanakah matanya?”
Ibunya tersenyum resah,
menuntunnya ke dalam rumah.

Lalu
Angin pun menjadi ribut
Bergegas
menuntun mata badai
menuju kota.

(2014)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!