setiap enam empat lima, resah berjejal
menggelinding di atas aspal.
di belakang kemudi, gundah mengambil alih
bawa laju kencang
dirimu di kursi penumpang.
terbelalak, tak kuasa
kau berhenti menatap
arloji yang detaknya kian terburu
menyalip irama degupmu;
tak kuasa
kau punguti detik yang tergesa. berjatuhan
dari pergelangan tangan.
klakson berteriak bersahutan. knalpot batuk rejan.
matahari merayap tinggi. langit tak kunjung bergerak.
bayang-bayang pun beringsut
meninggalkan mangu dirimu
di persimpangan jalan. bersitatap
dengan lampu merah
yang tak jua berkejap.
dalam lamun, nafasmu pun kian dalam
membayangkan hari-hari serupa
di kalender yang panjang.
(2025)









