ADEGAN DI SUDUT KAFE SUATU SORE

di dalam kafe berpendingin ruangan,

sajakku duduk, sekilas menatap demonstran
bergelimpangan di seberang jalan;

dihadang barikade, popor bedil dan perih gas air mata.

ia lalu menunduk, kembali memilah diksi

: menuliskan romantika bunga, cangkir kopi

dan senja.

di dalam kafe berpendingin ruangan,

sajakku menonton siaran langsung

akar rumput yang menghentikan nyanyian

sebab terinjak sepatu lars

dan melepuh disiram air keras.

ia lantas beralih saluran; memilih memutar

haiku dan soneta, gemuruh tepuk tangan

serta riuh lantunan rima.

di dalam kafe berpendingin ruangan,

sajakku bergeming: khusyuk menyantap

sepiring hidangan bergizi gratis

yang tersaji di depan meja.



(2026)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!