MAKAM TANPA PUSARA

(1)

entah apa

yang memaksaku kembali mengayunkan langkah

untuk berziarah. menempuh

setapak jalan terjal mengular menembus belukar.

menuju sepenggal ingatan yang paling jauh.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

(2)

di depan gerbang renta

segerombolan gagak saling berteriak,

berebut sekerat kenangan yang berkarat.

sunyi merambat di sepanjang pagar

jalarkan geletar di sekujur badan.

di kejauhan,

gerimis menjulur dari kaki langit.

cahaya melangkah dengan cepat.

gelap beringsut menghampiri.

terhirup dingin yang pekat bercampur getir di udara.

aku pun berlari,

coba tinggalkan jeri yang kian menepi.

ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

(3)ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ

akhirnya setelah sekian waktu,

kutemukan kembali dirimu.

lalu kuhaturkan tanya,

“apa kabar? sudah lama kita tak bersua”

namun kau malah terus melengking menjerit,

segera saja kutabur segenggam bunga kamboja

di bawah pohon beringin tua

tempat jasadmu terbenam


dalam makam tanpa pusara.



(2016)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!