malam menangis, rembulan bersimpuh,
dan rindumu berkarat dikumur-kumur waktu.
dalam hening, tahajjud memanggilmu ke atas
hamparan sajadah usang yang menanti di sudut kamar.
lantas wudhu menitikkan airmatanya membasuh
berkas sinar wajahmu yang kian memudar;
takbirmu yang sendu menggema di lorong bisu;
lalu faatihah memberimu berjuta cahaya
terangi kalbu gelap-gulitamu.
dalam khusyuk sujud,
matamu menggenang menganak-sungai
menderaskan lafadz-lafadz cinta nan syahdu.
doa-doamu mengepakkan sayap-sayapnya
menyeruak menembus tabir
ke atas โarsy menemui tuhanmu.
hatimu pun gerimis, dalam lirih engkau berkata,
โooโฆ yaa rabb, kapan terakhir kali kita bersua?”.
(2024)


