(1)
sungguh,
ia hanya ingin jadi
sebercak kopi
di lengan bajumu
pagi itu.
(2)
yang menyusup
dalam tenun kainmu;
merasakan samar
debar yang menjalar
di pergelangan tanganmu;
yang memandangi
dalam sembunyi
gerak resah ujung jemarimu
di layar —sepanjang siang.
(3)
sejenak ia ingin
menikmati waktu mengekal.
setidaknya sampai kau sadar
dan tamasya berakhir
—dalam gelap
tumpukan kain,
gemuruh air dan riuh buih
di akhir hari.
(2025)

Leave a Reply