GENERATIO SPONTANEA

(1)

berabad lalu,

ilmuwan dan filsuf

saling berdebat

ihwal muasal penciptaan

—apakah nyawa

terlahir dari sebutir telur

atau debu bebatuan?

ia tak geming;

ia tahu, tanpa ragu,

kehidupan bermula

saat kali pertama

melihatmu,

matari

(2)

dengan teduh cahayamu,

dari sekujur lumpur ini,

cinta bertunas—berbiak kembang,

berdenyarlah debar

yang menghaturkan damba

lewat setangkai padma

di permukaan telaga.

dengan gigil hangatmu,

dari ruang kelam ini,

menetaslah hasrat

yang paling purba,

mengambang-layang

dari dasar rawa.

(3)

sekali lagi,

ia sungguh tak peduli

pada perdebatan—perihal telur

dan bebatuan.

untuknya,

satu-satunya penciptaan yang nyata

adalah saat tatapanmu menyentuh,

dan ia—ada.

(2025)

Published by


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!